Setelah membaca Otobiografi temenku dulu..eh..sekarang juga masih..namanya Muhammad Abduh..Otobiografi yang begitu panjang aku teringat pada sebuah tulisan yang pernah kubaca…..kalau gak salah Sebatang Bambu karya heimi..
Sebatang bambu yang tinggi dan indah tumbuh di halaman rumah petani. Batang bambu ini menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu ketika datanglah sang petani yang punya pohon bambu itu.Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air yg sangat berguna untuk mengairi sawahku dan hasil panennya bisa berguna bagi semua orang?”Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau dan semua orang, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”
Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu , lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untukmengairi sawah sehingga padi yang ditanam dapat tumbuh subur dan hasil panennya dapat berguna bagi semua orang serta tidak ada kelaparan di desa ini.” Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam…....kemudian dia berkata kpd petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakitlagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?” Petani menjawab, ”engkau pasti kuat melalui semua ini karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang bambu pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”Akhirnya batang bambu itu menyerah. Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawah sehingga padi dapat tumbuh dengan subur, berbuah banyak dan tidak ada kelaparan di dea tersebut.Sobat , pernahkah kita berpikir bahwa dengan tanggung jawab dan persoalan yg sangat berat, mungkin Tuhan sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Tuhan tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Tuhan, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya? Saya teringat akan sebuah Firman suci-Nya dalam Al_Qur'an; Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):"Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS.2:286)
Akhir kata Congratulation my friend, you be strongly bamboo now.
Ditulis oleh Maryono
Anak Jogja yang satu tahun di Faperta Unsoed, angkatan 1992, lalu ke UGM
KIni sukses menjadi PNS dan sudah S2
silakan kunjungi blognya http://fitrotunmaryono.multiply.com



2 komentar:
weh yang alumni ki istriku...aku sih alumni ugm, aku cuma lulusan tercepat aja di pertanian 1 tahun..hi..hi, dapat istri lagi
hiii km ini bukan alumni tapi pembelot ya he he
Posting Komentar